Hanya aku sendirian menanggung kehinaan dosa-dosa yang kita cipta,
Hanya aku bertopengkan kekuatan yang kadangkala goyah dengan keaifan diri,
Hanya aku yang meratap diri yang hina seiring waktu bergerak,
Hanya aku sendirian menangis dalam mencoret kisah yang memusnahkan kita.
Semua kisah itu sudah pergi bertebaran dalam nyalaan api di tepian sungai bersaksikan airmata yang sukar dimaknai.Perlukah ia kembali? Untuk apa kisah itu kembali? Hanya menambah noda yang ada...Inikah pembalasan untukku? Akan teruskah dosa ini mengalir mengikuti waktu yang berjalan menghabiskan sisa-sisa takdir yang ada...Akulah yang berdosa lalai dalam menjalani takdir ilahi.Haruskah hanya aku yang merasai kesakitan menanggung noda-noda yang semakin menghantui.Airmata datang lagi setelah sekian lama bertapa dalam sinaran kebencian yang mendalam pada dia,pada diriku yang semakin gelap dalam alunan noda yang tercipta.Kenangan kita datang lagi...Adakah kau juga merasakannya? Sekelumit hati ini masih mengingatmu,namun jiwa mengatakan aku tak pernah menyukai dirimu,di dasar hati ini penuh dengan sebuah kebencian yang sukar digambarkan.Perlukah ada rindu di hati ini? Aku menanggung siksaan yang sukar aku ungkapkan.Aku sakit mengingatnya...Aku derita bila teringatkannya...Aku tersiksa menanggung dosa ini sendiri...Kau takkan merasakannya.Hanya aku sendiri menghadapinya.Hanya kasih Maha Agung menemani ku.Begitu rumitya rasa manusia seperti kita.Aku sendiri tidak memahami rasa ini.Mungkin ini adalah penyiksaan buat aku.Bagaimana dengan kamu? Adilkah hanya aku yang merasai dosa ini? TIDAK!!! Kau seharusnya lebih teruk menerima kesakitan ini.Tapi kau masih bersenang menghancurkan insan lalai sepertiku.Haruskah aku menyumpahmu? Aku juga tak layak melakukannya...Aku juga hamba,aku juga pendosa...Tapi kebencian ini semakin besar melihat dirimu.Dan secebis rasa itu juga menjengah sesekali di sudut hati.Kenaifan sudut hati jugak sesekali jatuh juga pada sebuah rasa.Aku membenci kenaifanku.Aku sepatutnya melambungkan setinggi langit segala kebencian dendam ini.Kamu tak layak dikasihi dari insan yang pernah kau punahkan dengan kuasa darjat yang kau junjung sebagai seorang lelaki.Kamu tak layak! Aku benci rasa ini! Aku seharusnya membuangnya sejauh-jauhnya agar tidak kembali lagi menjengah hatiku.Aku sakit menanggung sakit ini? Kenapa harus kenangan ini juga datang kembali...Inikah pembalasan untukku...Terus mengingatnya dengan dosa yang terus mengalir di seluruh jiwa.Aku sakit bila airmata ini terus mengalir...Bila ada rasa cinta,benci itu akan wujud.Dan bila benci itu wujud akan ada sebuah rasa yang mengundang kedaifan diri seorang pendosa sepertiku.Selemah itukah hati wanitaku?
Hanya tuhan yang tahu.....
@PenaKematuSepiMilikTuhan

Tiada ulasan:
Catat Ulasan