Memaparkan catatan dengan label PENA KEMATU SEPI MILIK TUHAN. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label PENA KEMATU SEPI MILIK TUHAN. Papar semua catatan

Sabtu, 8 Mei 2021

Aku Menangis Lagi-PENA KEMATU SEPI MILIK TUHAN

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Bukan sahaja noda kita yang menghukum.
Kebencian ini juga menghukum hati ini.Apakah
layak aku perjuangkan hati ini.Atau ikhlaskan sepenuh hati..?
~Pena Kematu Sepi Milik Tuhan~


......

Kenapa aku??

Mengapa aku??

Apakah masih ada cinta di hati ini???

  Aku takut rasa ini.Sangat sukar aku lupakan dirimu..Aku telah menbakar semua tarikh-tarikh penting yang ada dalam coretan nota.Aku membakarnya dengan linangan airmata..Rasa sakit menusuk di hati.

Adakah aku kalah dalam perjuanganku???

Ia sangat menyakitkan untuk melupakanmu,Sangat menyakitkan menahan rasa benci yang sukar digambarkan...Senyuman ini,catatan ini hanya menunda luka yang semakin parah di hati.Semakin aku menambah kebencian ini semakin sakit jiwa hatiku menahan rasa sakit di dada ini.Aku kalah dalam sebuah kenyataan.Aku menangis lagi...dan menangis lagi..Mengenang semuanya sangat sakit.Aku kesendirian dalam tangisan ini.Sesekali bersujud memmohon keampunan pada Maha Esa.Adakah saatnya aku menyesali segalanya?? Aku tidak bisa melupakan ini.Setiap catatan mengatakan aku membencimu..Tapi hati ingin sekali menanyai khabarmu? Bersalahkah aku?? Aku yang meninggalkan tanpa khabar...Semakin aku membencimu semakin kuat rasa sakit di hati ini.Sangat sakit menahan rasa ini.Sesungguhnya aku sangat merindui kisah kita.Aku sangat merindui saat jemarimu menggenggam jemariku dengatnerat.Aku sangat memerlukan pelukan kasihmu.

  Tapi aku tahu ia melanggar fitrah agama kita.Berdosakah aku?? Berdosakah aku mengingin itu?? Ia memang salah dan takkan pernah diredhai.Egois sangatkah aku?..Bukan mudah untuk melupakan,aku terlalu mudah dalam berfikir.Aku cukup cuba membunuh rasa ini.Tapi kenapa ia belum mati.Malah semakin kuat dalam ingatan..Adakah kau masih merasai rasa ini? Hatiku terlalu terlalu rumit untuk men jawabnya...Ku cuba mengubati hati tapi aku tak mampu.Aku masih memerlukan kunci itu.Adakah kau masih ingin membuka hati yang dikunci kenangan kita dulu.Adakah ini balasan untukku?? Aku terlalu lemah...Aku tak mampu menipu lagi...dan akankah aku terus bgini?? Aku menangis...Dan menangis lagi......e!h.@.....

Maafkan aku...

~Pena Kematu Sepi Milik Tuhan~



Salam kerinduan untukmu...

Ahad, 14 Februari 2021

TINTA AIRMATA SANG KERDIL-By Pena Kematu Sepi Milik Tuhan

 

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم


....اَلسَلامُ عَلَيْكُم وَرَحْمَةُ اَللهِ وَبَرَكاتُهُ‎
 Kisah ini bukanlah fantasi semata-mata.Blog Aksara Cs Legacy tak pernah menipu.Kami berpegang pada prinsip 'WRITE ALL THE TRUTH'.Tapi terpulang pada anda untuk menilainya...Selamat membaca...


Kisah ini dilakar dengan deraian airmata dari seorang hamba.
-PenaKematuSepiMilikTuhan-


 Kehidupan itu satu metafora pemikiran yang disangka mudah oleh manusia sepertiku.Aku adalah manusia yang selalu ingin tahu.Kadang aku berjaya kadang aku gagal.Itulah aku...Aku wanita biasa yang boleh gembira dan juga sedih.Duka dalam hidup ini terlalu pahit...Inginku lupakan terlalu perih,inginku pertahankan terlalu sakit.Bayangan itu selalu datang membuat jiwaku sakit,sakit sukar aku gambarkan.Setiap peristiwa itu masih jelas dalam ingatan.Aku bukan gila......Aku masih bisa senyum,tapi aku tidak mampu lupakan semua yang terjadi.Terlalu sakit menahan pekung didada.Aku menangis,menangis dan menangis lagi.Kuluahkan segala yang ada,jiwaku keliru...Adakah ini benar atau salah?.


Kesan pada leher masih terasa...
Nafasku hampir habis...
Mereka masih bertelingkah seperti dirasuk syaitan...



  Kesakitan pada hati ini seakan tak mampu terubat.Diri melihat kegagalan rumahtangga mereka,kami menjadi mangsa.Hati sakit melihat,diri juga sakit disakiti tanpa sebab.Kerana ego mereka terumbang-ambing diri dalam hubungan permainan manusia.Kisah tak habis begitu saja.Diri ditipu dengan pujukan yang dikata pujukan syurga,dan rindu itu menghukum seorang sang gagah dengan diserang sakit rindu pada anaknya.Layakkah aku menrima hukuman ini dengan umur yang terlalu mentah dalam dunia.

 Aku yang dungu,aku yang lemah,aku kerdil,aku adalah anak kecil ketika itu.Menerima takdir yang hebat dari tuhan.Aku ditinggalkan...tempat apakah ini? Adakah ini salah satu neraka yang yang ada? Semua itu masih jelas dalam ingatan.Aku masih merasakan kesakitan itu.Diriku yang kerdil tak mengenal tuhan.Hanya mampu menangis di sudut mengenang nasib.Hidup dalam lingkungan penuh kemaksiatan.Tak ada yang lebih sakit dari mengenang semua ini.Sampai mati pun belum tentu hilang dalam ingatan.Pukulan itu masih terasa.Hinaan itu masih kedengaran,sumpahan dan makian itu masih jelas terdengar di kuping telingaku.Seluruh tubuhku masih merasa kesakitan itu.Aku bertanya pada takdir mana manusia yang menciptaku? Dimana orang yang sepatutnya melindungiku? Aku hanya ditemani saudaraku yang merasai kesakitan yang sama.Tangisan raungan kami kedengaran di merata desa.Tapi mereka tetap membiarkan kami merasai itu semua.


Aku kesendirian meratap diri yang hina...
Diri tak ubah bak gelandangan menumpang kasih 
di jalan yang tak sudi..
Libasan,sumpahan itu seakan menggigit tubuh kecilku..

 Aku melihat sinetron dari negara seberang.Aku meratap dalam kesedihan yang penuh dengan airmata.Hatiku terus bertanya,sampai bilakah aku merasai kesakitan ini? Aku dan saudaraku adalah anak kapal yang kehilangan Nakhoda dan kehilangan ratu.Aku sendirian...Tetap teguh menjalani kehidupan.Apa yang aku tahu diwaktu kecil,ingin merasa sebutir nasi perlu kerahkan keringat,ingin setitik air perlu menelan sumpahan dari manusia lagaknya dewa.Aku hanyalah pengemis di mahligai maksiat itu.Kadang aku memujuk perut yang menangis meminta diisi.Hari ini begitu sakit,esok pula sangat sakit,dan lusa aku perlu bertarung nyawa untuk menahan pukulan dan sumpahan lagi.Jiwaku direngut,hatiku sudah punah.Kasih sayang itu tidak ada lagi.Hanya penderitaan yang sangat sakit.Inikah patut aku terima dalam usia kecilku?


  Aku tak mengambilnya...Aku tak mencuri tapi kenapa aku perlu dipaksa dan jari tanganku yang kecil dipukul besi karat yang keras.Aku duduk,baring disudut mengenang diri.

Diriku sudah hilang...
Akanku balas semuannya tapi bila..??



  Kugenggan tangan yang merah kesan hentakan besi.Aku akan balas semuanya,tapi bila??.Mereka tahu bukan aku yang mengambilnya.Tapi kenapa aku yang perlu menanggungnya.Jiwa anak dalam dri bertanya,'dimana tuhan? kenapa DIA tak menolongku?'

Masihkah...Anak kecil seperti aku dapat merasai sebuah kebahagiaan yang sempurna.???

....bersambung...

@penakematusepimiliktuhan

-Tinta airmata sang kerdil-

Ahad, 15 November 2020

Rasa Hamba @PENAKEMATUSEPIMILIKTUHAN

 

Aku telah tercipta...
Menjadi hamba yang berdendang dengan jari meratap diri di lingkaran kedosaan.
Apakah pengakhiran aku?@PemuisiAkwa



Akulah si hamba...Masih berkelana mencari reda ilahi...Masih adakah kesempatanku untuk bertaubat pada Maha Agung?

Allahualambisawab...


     Akulah hamba,yang selalu lalai dalam takdir indah dari Maha Esa.Akulah manusia lahir dari keturunan Adam yang juga hamba Allah.Aku selalu jatuh dalam lingkaran noda dosa yang tercipta angkara bisikan syaitan dan nafsu diri.Siapa yang tak pernah lari dari kata dosa? Kita semua sama,darah juga sama.Mungkin warna kulit kita berbeza tapi lahiriah kita juga dari tanah yang sama.Perlukah kita saling menyakiti? Kita berkongsi kecintaan yang sama iaitu kita inginkan kasih tuhan.Tapi aku hanya hamba begitu juga kau.Kita sama-sama mencipta sebuah rasa berlandaskan nafsu semata-mata.Tanpa penyatuan yang diredhai ilahi kita jatuh dalam kegelapan  ertinya dosa.Akukah yang bersalah? Kau kah yang layak disalahkan? Atau bertindak membabi-buta dengan menyalahkan tuhan...Tidak!!! Kita tak layak menyalahkan tuhan.Kita yang lemah.Kita yang gagal mengawal diri dengan memaknai erti CINTA dengan nafsu.Kita yang gagal sebagai Hamba Rasulullah.Kita lupa diri,lupa agama,lupa junjungan kita,lupa ALLAH SWT.Kenapa kita lupa?? Kerana kita hamba yang jahil.Syaitan saja tersenyum melihat 'Kesyaitanan' kita.Dan aku masih terbiar dalam kekesalan yang sudah tidak bermakna.Dosa itu sentiasa dalam diri aku,tiada siapa yang tahu.Aku cuba mengenali diri dimata Maha Agung,Ya aku adalah hamba jahil.Sejahil-jahilnya manusia.Aku kalah dalam peperangan melawan hawa nafsu.Akan adakah kesempatan untukku? Itu saja masih aku persoalkan sedangkan sudah jelas tuhan itu maha pengasih dan maha penyayang.Aku merasa jijik pada diri sendiri setiap kali melihat cermin.Aku menangis,meratap,menyesali walaupun diri sudah tegak dengan ego,amarah,dendam dalam diri.Apakah pengakhiran diriku??    Bagaimana dengan kau? Adakah masih menghancur jiwa-jiwa yang lemah sepertiku? Adakah kau masih menganggap kami hanya boneka dalam takdirmu? Atau hanya persinggahan dirimu.Atau hidayah maha Esa sudah menemani mu?   Aku merasa jelik dengan dirimu,seakan berpura-pura dan memang hipokrit.Kau yang menghancurkan jiwa ku tapi seolah-olah kaulah yang insan yang paling tersakiti.Aku sendiri memendam kesakitan ini.Adakah kau tahu? Hanya kasih tuhan yang menemaniku.Aku minta kembalikan secebis permata yang kau curi,pasti kau takkan mampu.Kemaafan itu memang berat,tapi adakah kau tak pernah merasa bersalah pada diriku? Adakah kau tak rasa bersalah pada Allah SWT? Aku tak harapkan banyak,cukup satu kata MAAF ikhlas darimu untukku sebagai pengubat hatiku yang sudah hampir punah.Tapi rasa dirimu seperti aku yang menghancurkanmu.Aku yang hampir punah tapi kau merasa kau yang paling menderita? Seperti apa aku dimata mu? Ku tak mampu melakukan apa-apa melainkan memohon kemaafan dari Allah SWT,aku juga memohon pertemuan kita agar aku dapat melempiaskan segala isi hatiku yang semakin punah dengan dendam.Waktu itu pasti kutunggu,aku yakin akan takdir tuhan.Atau mungkin takkan ada pertemuan kita.Kerana kita layak mendapat balasan atas dosa-dosa kita.Mungkin aku terus-menerus menelan kehinaan dan dosa ini.Atau aku akan punah dalam mengawal kuasa dendan amarah di jiwa.

@Penakematusepimiliktuhan

Selasa, 10 November 2020

Nota kosong PENA KEMATU SEPI MILIK TUHAN...

Hanya aku sendirian menanggung kehinaan dosa-dosa yang kita cipta,
Hanya aku  bertopengkan kekuatan yang kadangkala goyah dengan keaifan diri,
Hanya aku yang meratap diri yang hina seiring waktu bergerak,
Hanya aku sendirian menangis dalam mencoret kisah yang memusnahkan kita.




Mendung itu kembali lagi...
Semua kisah itu sudah pergi bertebaran dalam nyalaan api di tepian sungai bersaksikan airmata yang sukar dimaknai.Perlukah ia kembali? Untuk apa kisah itu kembali? Hanya menambah noda yang ada...Inikah pembalasan untukku? Akan teruskah dosa ini mengalir mengikuti waktu yang berjalan menghabiskan sisa-sisa takdir yang ada...Akulah yang berdosa lalai dalam menjalani takdir ilahi.Haruskah hanya aku yang merasai kesakitan menanggung noda-noda yang semakin menghantui.Airmata datang lagi setelah sekian lama bertapa dalam sinaran kebencian yang mendalam pada dia,pada diriku yang semakin gelap dalam alunan noda yang tercipta.Kenangan kita datang lagi...Adakah kau juga merasakannya? Sekelumit hati ini masih mengingatmu,namun jiwa mengatakan aku tak pernah menyukai dirimu,di dasar hati ini penuh dengan sebuah kebencian yang sukar digambarkan.Perlukah ada rindu di hati ini? Aku menanggung siksaan yang sukar aku ungkapkan.Aku sakit mengingatnya...Aku derita bila teringatkannya...Aku tersiksa menanggung dosa ini sendiri...Kau takkan merasakannya.Hanya aku sendiri menghadapinya.Hanya kasih Maha Agung menemani ku.Begitu rumitya rasa manusia seperti kita.Aku sendiri tidak memahami rasa ini.Mungkin ini adalah penyiksaan buat aku.Bagaimana dengan kamu? Adilkah hanya aku yang merasai dosa ini? TIDAK!!! Kau seharusnya lebih teruk menerima kesakitan ini.Tapi kau masih bersenang menghancurkan insan lalai sepertiku.Haruskah aku menyumpahmu? Aku juga tak layak melakukannya...Aku juga hamba,aku juga pendosa...Tapi kebencian ini semakin besar melihat dirimu.Dan secebis rasa itu juga menjengah sesekali di sudut hati.Kenaifan sudut hati jugak sesekali jatuh juga pada sebuah rasa.Aku membenci kenaifanku.Aku sepatutnya melambungkan setinggi langit segala kebencian dendam ini.Kamu tak layak dikasihi dari insan yang pernah kau punahkan dengan kuasa darjat yang kau junjung sebagai seorang lelaki.Kamu tak layak! Aku benci rasa ini! Aku seharusnya membuangnya sejauh-jauhnya agar tidak kembali lagi menjengah hatiku.Aku sakit menanggung sakit ini? Kenapa harus kenangan ini juga datang kembali...Inikah pembalasan untukku...Terus mengingatnya dengan dosa yang terus mengalir di seluruh jiwa.Aku sakit bila airmata ini terus mengalir...Bila ada rasa cinta,benci itu akan wujud.Dan bila benci itu wujud akan ada sebuah rasa yang mengundang kedaifan diri seorang pendosa sepertiku.Selemah itukah hati wanitaku? 
Hanya tuhan yang tahu.....

@PenaKematuSepiMilikTuhan

Sabtu, 17 Oktober 2020

Cerita Cinta Hamba

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم





(Gambar sekadar hiasan)
Perihnya menanggung amarah bila mengingati kisah yang semakin terkubur tapi segar dalam ingatan.Memang kuakui mimpimu dan mimpiku sangat tinggi, tapi ingatlah bahawa mimpi akan menjadi sia-sia jika hanya menjadi cerita seperti tong kosong nyaring bunyinya.Untuk apa kita perjuangkan kisah yang sudah kita nodai.Kembali sahaja pada Maha Agung dan sujudlah mohon keampunan selagi kita masih bernafas.@PemuisiAkwa








 Akwa merasakan akwa sudah seperti bangkai yang busuk.Tiada lagi tangisan apabila seolah-olah mati di satu sudut.Ey seperti tidak memikirkannya.Dia hanya seorang lelaki pengecut.Dia berbicara seperti tiada apa-apa yang berlaku.Sepertinya Akwa kena meneriman hakikat apabila wajah sekekliling menganggap diri ini hina,murahan.Akwa tak lagi menangisi semuanya lagi.Untuk apa menangis bila hanya dipandang lemah.Sudah berhari-hari Akwa memikirknnya.Akwa tak mahu dilabel bodoh dan dipandang hina.Itulah tekad Akwa.Pada malam itu terlerailah dua hati yang cuba mencuba nasib dalam takdir cinta.Ey menangis,tapi Akwa tak selemah itu.Akwa yang penuh dengan kebencian diri,masa takkan berundur.Punahlah separuh diri Akwa.Akwa hanya mampu menangis,bukan menangis sedih tapi tangisan penuh kebencian dalam diri dan pada Ey.Akwa kena pergi...Tinggalkan semua yang menyakitkan jiwa Akwa.Akwa dah tekad yang Akwa akan pergi membawa diri yang penuh noda dosa ini ke satu tempat yang tenang.Dalam cerita cinta ini Akwa bukan tidak mahu cuba menghalalkan kisah ini tetapi Akwa tidak mahu diri nampak rendah dimata orang kerana melihat diri Akwa dan Ey dua dunia yang berbeza.Akwa tak mahu dipandang rendah oleh sesiapa.Kisah yang dimulakan dengan belas kasihan dan perkara yang tidak baik maka juga berakhir dengan buruk.Melihat diri Ey yang endah tak endah menguatkan diri Akwa untuk mengakhirinya,lagipun Akwa tak mahu meneruskan kisah yang berpandukan nafsu semata-mata.Ia kisah yang menjijikkan.Meskipun Akwa mencuba perbaiki segalanya tapi takdir ilahi itu sebaik-baiknya dan Akwa kena terima sebuah hakikat yang ditakdirkan.

 Meskipun hubungan dengan Ey sudah berakhir ,Akwa ingin menunjukkan yang Akwa tak LEMAH,dan Akwa mampu lakukan.Tetap berkawan seperti biasa walaupun segumpal kebencian yang semakin subur di jiwa Akwa.Tapi itulah suka ataupun tidak Akwa kena kuat.Kak Asya sempat bertanya waktu itu,

~~~~,Kau  dengan Ey bercinta?

'Tidaklah kak...Kami kawan dan tiada istilah BERCINTA dalam diri ni.'

'Oklah kalau begitu,menyesal pula aku suruh kau rapat dengan Ey'

Dalam hati Akwa waktu itu sedikit pun tidak menyalahkan Kak Asya.Kerana itu adalah pilihan Akwa sendiri.


Pada 1/1/19 satu keputusan berat Akwa iaitu melupakan segalanya dan pergi menenangkan diri.Pada waktu juga Ey masih mesej Akwa di Ws.Tapi seluruh kekuatan Akwa dan tekad untuk tinggalkan semuanya.Akwa menipu yang Akwa akan berpindah daerah dan takkan kembali lagi.Tapi sebenarnya Akwa pada waktu itu dalam perjalanan ke 'Penjara Suci',tempat Akwa mengenal serba sedikit tentang Quran&Allah SWT.Alhamdulillah Akwa sedikit demi sedikit cuba menenangkan diri di tempat itu.

*Akwa sebenarnya ingin menulis secara detail tentang kisah ini tetapi jiwa Akwa amat terganggu untuk mengingatkan yang menyakitkan jiwa Akwa.Meskipun perkara itu sudah berlalu tapi ia cukup menyakitkan jiwa&hati Akwa bila mengingatnya dan Akwa tidak mampu berhenti untuk membenci diri yang bodoh ini dan Ey.Sedikit penyesalan tapi lebih pada dendam.Mungkin rasa dendam ini akan berakhir....sekiranya separuh diri Akwa dikembalikan.Tapi jika takdir masih menyatukan kita mungkin itu adalah pembalasan buat kita.Tapi Akwa tetap Akwa,KEBENCIAN  itu kuat walaupun Akwa nampak biasa*

Nasihat Akwa buat diluar sana jangan cuba-cuba untuk bermain dengan takdir,,.Untuk pembaca terima kasih sebab masih membaca blog ini.Buat pembaca kisah Cerita Cinta Hamba ini tak berapa @PemuisiAkwa bersungguh kerana ia melibatkan maruah seseorang,Dan paling penting Pembaca jangan judgemental sangat Hamba ini bukan melakukan zina tetapi dia hampir melakukannya.Sama-sama kita mendoakan para kaum Hawa di bumi Allah ini.@PemuisiAkwa

Macam mana nota @PemuisiAkwa kali ini??@PemuisiAkwa agak kaku bila menulis kisah ini.@PemuisiAkwa sudah cuba sebaik mungkin untuk cuba  dalam karakter CERITA CINTA HAMBA ini.Cuma ini mampu @PemuisiAkwa tulis.@PemuisiAkwa masih lagi cuba belajar dalam menulis.Doakan @PemuisiAkwa.Salam buat pembaca semoga Allah SWT merahmati kalian.

Rabu, 14 Oktober 2020

Cerita Cinta Hamba

 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

Dalam keobsesan...Aku tumbang dan tandus di bumi khatulistiwa..Hanya meratap dalam coretan puisi.@PemusiAkwa

 



Assalamualaikum...
Salam Kasih dari @PemuisiAkwa...Hari ini @PemuisiAkwa takkan berpuisi,tapi hari ini @PemuisiAkwa akan bercerita tentang kisah cinta seorang hamba Allah yang memberi impak besar dalam kehidupannya..Hari ini @PemuisiAkwa akan menjadi 'dia' dalam nota diari cerita ini..


 Kisah ini bermula dimana Akwa menjalani kehidupan seperti orang biasa,cuba bekerja walaupun kehidupan agak rumit.Dalam diri sentiasa bertanya "kenapa aku?"..Begitulah manusia,tak pernah puas dengan apa yang dia ada.Amat susah menyimpan rasa syukur di lubuk hati paling dalam.Bukan Akwa sahaja,ramai lagi yang merasakan benda yang sama.dari yang di atas hinggalah orang bawahan,Semuanya sentiasa mengeluh dengan takdir di berikan Allah SWT.Akwa hanya melihat terlalu banyak penipuan dalam diri Akwa sahaja penuh dengan penipuan.Kisah ini bermula bila Ey cuba mendekati Akwa.Sifat Akwa memang sukar diramal tapi yang pastinya Akwa memang nampak 'kerek' dan nampak bodoh ketika itu.Itu bukanlah sifat Akwa yang sebenarnya.Tapi itulah Akwa,sifat sebenar itu perlu disimpan untuk masa akan datang.Kisah ini tidaklah terlalu indah tapi cukup perit dalam ingatan Akwa.Pada waktu itu Akwa terlalu naif mencuba satu takdir.Ketika hanya ingin mencuba,terjatuh pula dalam permainan cerita sendiri.Obsesi dalam penulisan,dalam mencipta puisi sendiri itu juga satu kesilapan langkah Akwa.Akwa menerima Ey sebagai teman.Mungkin jiwa akal Akwa pada ketika itu termakan kata Kak Asya dan kata Rara.


"~~~~~,kau dah 18 trylah..",-Kak Asya


"Bila lagi nak cipta puisi kisah cinta sendiri",-Rara


Nak salahkan mereka?? Memang tidaklah,sebap keputusan itu Akwa yang buat.Akwa yang terlalu obses naif dalam mencipta kisah ini sebagai pengalaman hidup.Akwa hanya merasakan dia hanya seorang teman.Lagipun Akwa kesian bila menolak orang,Akwa bukan siapa-siapa untuk menolak rasa Ey.Akwa mula merasa selesa dengan Ey.Dia memberi Akwa rasa kepedulian yang membuat melayang melayan rasa.Tapi setiap kali memikirkannya Akwa tersedar dalam khayalan indah itu.Akwa kembali muran di hadapan cermin sambil hati meratap melihat diri.Akwa sangat sedar diri,Akwa tak mahu diremehkan.Akwa hanya meneruskan rasa yang ada dengan Ey.Akwa sedar ia bukan cinta sesungguhnya tapi hanya rasa 'suka-suka' dalam keobsesan menulis kisah dalam sebuah buku.Akwa hanya merasai apa yang takdir tentukan.Akwa melihat,mendengar semuanya indah dalam sekelip mata.Inikah rasa yang orang diluar sana rasakan? Bagi Akwa suasana in tidaklah indah cuma nampak yang kita ini bodoh kerana tetap meneruskan walaupun sudah tahu kesudahannya.Ey..,,Dia hanya lelaki biasa yang membuat Akwa terlalu kerdil pada mulanya.Dia nampak hebat seketika.Ia membuatkan Akwa ragu-ragu dalam kisah cinta ini.Seperti dia ada satu pertaruhan dengan insan lain,mungkin hanya fikirang Akwa yang melebih-lebih.Akwa hampir terjerat rasa cinta yang sukar difahami kerana peristiwa itu...


  Akwa tewas...Inilah dikatakan kisah memakan tuan.Segala catatan seperti sampah yang layak dibuang.Akwa menangis dihadapan cermin,tangisan sudah tidak berguna.Separuh permata Akwa dah hilang.Hilang angkara obsesi ini.Percikan Api yang menyalakan wilayah jiwa dengan magik dari Aura perak Ey telah memecahkan kotak permata dan hampir mengambil permata berharga Akwa.Akwa menampar wajah cuba merasakan adakah ini mimpi.Ternyata ia nyata,Akwa ini sudah berkesudahan di akhir kisah...Akwa tumbang dan tandus walaupun  di bumi khatulistiwa.Meratap diri dengan jirusan di wajah yang bermandikan air mata.Tiada lagi rasa bahagia hanya kebencian yang ada cuma sesekali rasa cinta itu datang.Obsesi ini jugak kalah dengan dugaan ini.Harusnya Akwa tak meneruskan kegilaan ini.Akwa hanya menangis sesekali meratap diri di coretan puisi yang hilang serinya.Berdosanya diri Akwa...Adakah Ey merasakan rasa berdosa ini?? Atau dia merasa bangga menjatuhkan separuh harga diri Akwa?? Akwa tak tahu...Akwa hanya meratap diri yang penuh dengan aroma dosa ini.Akwa juga merasa jijik dengan jasad ini.Hilang kesombongan sebenar Akwa.Akwa hampir punah dalam memikirkan kisah takdir Akwa ini.Bukan lagi punah tapi dah tumbang menyembah bumi.Walaupun Akwa tidak kehilangan permata Akwa tapi Akwa merasa kejijikan dalam jasad ini.Akwa menangis dan terus menangis meratap diri......


BERSAMBUNG.....


*Kisah ini sedikit mengganggu emosi @PemusiAkwa.Jadi @PemusiAkwa hanya menceritakan sampai disini dan akan meneruskan kisah ini di hari lain.* Salam kasih dari @PemuisiAKwa


@PemusiAkwa

~Kisah Cinta Hamba~

#aksaracslegacy

#galerycslegacy

#changethementality

Apa itu BULI?

  https://www.wacana-edukasi.com/indonesia-darurat-bullying-islam-solusi-tuntas/ Buli adalah masalah sosial yang masih menjadi isu besar dal...