Jumaat, 28 Julai 2023
PUISI: Celaka I
Selasa, 28 Mac 2023
Nota Di Hati
Jarak yang membentang rindu
lagi-lagi tentang rindu
Sejatinya jarak ini
mencipta rindu antara kita
Bagaimana harus kita bertemu?
Rindu...
adalah sebuah perantara
agar insan lemah seperti kita
berdoa pada maha kuasa
ia adalah asbak
pertemuan setelah perpisahan menghukum kita...
Dan rindu
Menyedarkan kita untuk kembali
pada hakikatNYA..
Hakikat yang kita adalah hamba ALLAH.
* * *
Tatkala rasa digelumangi kehibaan
Kesepian semakin menggunung di dalam jiwa
Aku seperti terpuruk di kota hiruk-piruk ini
Menelan sebuah rasa yang sukar dimengertikan...
Kekadang aku meraung tanpa suara
Menepuk dada menahan keperihan yang tak tertanggung
Airmata berlinangan tanpa dikesat...
Esakanku mulai bergema di sudut kemalapan bilik
Takdir yang indah,takdir yang menduga jiwa wanitaku,
Kesepian ini takkan pudar...
Kakiku mulai berkematu berdiri tanpa arah langkah
Terhenyak di tengah pelabuhan dilema
Istikharah Allah tak pernah disujud
Apalah nasib diri yang menelan kehinaan tak berpenghujung
Terlupa kembalinya kemana...
Hanya melayan tangis menyakitkan
Kekadang memohon simpati untuk difahami..
Tinggal kebuntuan menyelimuti raga yang kosong...
Helaan nafas yang semakin berat.
Seberat kehidupan ini..
Tolong temani ragaku....
* * * * *
Kerinduan yang mengundang debar
Detak jantung kian bergetar
dalam sedar tak sedar
khabar demi khabar menghampiriku
Terujaku dalam hiba
detak bimbang menghimpit hati..
Andai tak ada pertemuan
untuk kita...
Jiwaku akan mati diulit kekesalan
sepanjang hayat..
Hari ini adalah rahmat bagi hamba
Tuhan yang Esa masih mengasihi kita
Sekeping potret mengubat kerinduan
tapi...
Juga menambah sesak di hati menahan tangis
Aku duduk di kegelapan malam
mengenang takdir yang tak seindah difikir
Suara ketikan telefon bergema
memberi khabar pada hamba Allah
yang mengasihi diri ini...
Tangisku pecah tanpa suara di keheningan malam
ditemani senandung sang pungguk
Melepaskan sesak yang terpendam
Aku terlelap dalam sedu-sedan yang hiba...
sang cengkerik setia mendendangkan syair di malam panjang...
* * * * * *
Langkah yang berat menjejak ke kota
Sambil mengenang separuh memori yang sukar terpadam
Langkahku semakin berat melihat wanita malam
Hidup di lorong-lorong sunyi
di tengah-tengah kota penuh pancaroba
Hidup yang tak tentu arah
Para lelaki hanya hinggapi tubuhmu
menghisap segala madu
Diberi pemuas nafsu
wanita malam...
Permata mahal dari kedesaan
Terjebak dalam keterpurukkan hidup kota
menjadi wanita malam mungkin bukan mimpimu
mandian kemewahan membuatmu alpa pada realiti dunia...
Kau tetap dengan lukisan opera diwajah
hentakkan tumit tinggi memecah keheningan malam
Banyak pandangan hina melihatmu
wanita malam tak pernah kisah
tetap bersama lelaki hidung belang
di gerai kelipan bintang
aroma minuman menggilakan buat sesiapa meminumnya
nyanyian yang gegak gempita
Nur mentari saja seakan tak pernah kau rasai
Kau terus hanyut dalam imaginasi katanya kebahagian
dirimu sudah tak dikenal
satu persatu lelaki datang dan pergi darimu
kau terus dengan gelar wanita malam
sampai bila harus bertahan?
-Bakso Primadona
-16jan22/17jan22
Puisi:Nukilan Rasa Insan
Sabtu, 29 Januari 2022
Puisi: HIMPUNAN KRONOLOGI HATI
Kemarahan,Kebencian, dan
DENDAM TIADA KESUDAHAN...
Aku pernah diajar ,
memahami erti kebencian dalam
darah dendam
yang mengalir dari sesejuk hening pagi
mengalir hangat ke jiwa menuju seluruh tubuh...
Lantas ku fahami
derita yang mendatang
yang berkeliaran mengejar
kehidupan diri
Aku mengerti keperihan
yang tenang disangka tenang
tiada kesabaran,tiada ketenangan
kadangkala aku terlalu asyik
merenung sengketa
yang tiada kesudahan
Kemarahan tidak dapat dibendung
amukan di sudut penjuru kehidupan
hinggakan aku terhantuk di suatu
pusaran angin kehidupan
terbelenggu antara hempasan dendam
Dalam lingkaran waktu yang berdetik
sehingga mampu mengubah segalanya..
Aku akan tetap memahami
rasa hati,jiwa menunggu waktu
harapan tetap diabadikan
tuhan juga menentukan
adalah diriku
dianggap bernyawa ikan
yang tercungap-cungap
di tebing waktu..
Dan terus menelan hinaan..
yang tiada pengakhiran..
Namun 'rasa' tetap diteruskan
walau diri sudah tidak bernyawa
Itulah adalah sumpahku.
-REMAKE-
@pemuisiAkwa
29Januari2022
Bakso Primadona
* * * * * * * * * * * * * *
Ku bangkit dari kegelapan
mekar seperti mawar
ku lahir dari kesucian
meninggalkan masa lalu
Hidup dan kehidupan
adalah perjalananku
ku berjalan mengikut alur tanpa menoleh
Tak ada satupun makhluk bumi
berhak atas kesempurnaan
diri...
Hanya satu kesempurnaan dari segala makhluk...
Hanya DIA yang ESA...
Pencipta segala makhluk.
-REMAKE-
29Januari2022
Bakso Primadona
* * * * * * * * * * * *
Aku naik di atas kegelitaan,
menyingkap tabir kehidupan,
setiaplangkah demi langkah,
membentang jauh,
ke arus itu,
Aku yang melalui
kegelapan itu
Suram memudar perlahan
Setiap langkah mencapai
lebih dalam
menguap bersama waktu
Aku berkeliaran di tengah-tengah
cahaya suram...
mengitari misteri,menyisir kabut
setiap langkah kugagahi
kedalam kesuraman itu
aku tidak sendiri
Nur pagi bersinar
menemani diri..
untuk memastikan setiap langkahku menuju ke masa depan...
* * * * * * * * * * * * *
Antara mereka dan aku
tersimpan satu rasa yang kita pendam
di lubuk rindu yang kian jauh
mungkin rembulan akan bersinar lagi
membias cahaya kasih di danau rindu
dan biarkan aku terus menumpang keindahan sinar itu
dikala kelam memanah gelita
Disebalik sekeping hati yang sepi ini
aku terus menganyam mimpi untuk
memintal secebis bahagia yang kian jauh
mungkin aku tidak mengerti
segala terpendam dan biarkanlah
aku terus memintal kasih itu
Walau sinarnya...
masih belum pasti.
-REMAKE-
@pemuisiAkwa
29Januari2022
Bakso Primadona
Selasa, 27 Oktober 2020
HIMPUNAN PUISI TANPA TAJUK @PemuisiAkwa
بِسْÙ…ِ اللَّÙ‡ِ الرَّØْÙ…َÙ†ِ الرَّØِيم
1.
Hari ini terukir noda di karang hati,
Dihirup udara disaat langit menangis rahmat,
Empangan mata turut pecah membentuk bentungan rasa,
Sumpah seranah mengikut rentak melodi,
Lemas terhanyut di lautan,
Sebelum sempat merenangi,
Hanya tinggal rasa perih,
Beranjak di tepian pantai,
Resah nafasku seolah tak terhembus,
Khayalan pula menelan semua rasa,
Gagah berdiri,namun ada saja kaki dahaga cuba memijak,
Sekawanan insan penindas jiwa,
Lalu-lalang dengan sebakul
cemuhan tohmahan,
Melintas dengan seindah lidah bersuara,
Seakan tak kenal tuhan,
Nadi saja denyutnya tak keruan,
Ingin dihampar segala yang ada,
Malam pula menemani nyenyak amarah tangis,
Pagi masih tak disapa rasa syukur,
Denyutan waktu mengira
Rasa SABAR sebesar kuman.
2.
Dingin mengkuang kotak,
alas tubuh beradu
Rumah di sudut tepian jalan
Beratap bumbung pekat malap awan
Berteleku di hamparan takdir
Berkhayal sebuah harapan untuk hari esok...
Mengais rezeki dengan jemari,
Melangkah 'kaki ayam' dengan kaki kematu,
Mengais longgokan sampah,
Kadang ku berdendang di tengah jalan,
Memohon ehsan manusia mulia,
Keriuhan dunia,
Memandang mata kami,
Cemberut di wajah mereka kelihatan,
tak bisa disorok,
Senyuman simpul di wajah kami terhias,
Aroma khas tubuh kami yang masam,
Kadang Sang Lalat bersahabat,
Jauh dari kata bersih,
Kamilah GELANDANGAN...
Berhempas-pulas di sebuah kisah kehidupan,
Demi satu kehidupan,
Takdir Maha Esa.
3.
Saat diriku bagai daun gugur,
Dicalar angin lalu,
Kisah yang dicipta kekal berdamping,
Menyiksa hati yang patah lara,
Kecewa pada kebodohan diri,
Segalanya telah ditakdirkan,
Akan diriku merintih meratap diri..
Ynag tinggal hanya kesal di hati,
Tak terlintas akan diriku punah sesingkat ini,
Derita hanya menanti
menghapus segalanya...
4.
Kenangan kita masih terulit,
Oleh memori yang terperangkap dilangit,
Semuanya akan abadi,
Hingga langit sudah tidak bercahaya lagi,
Akan suatu saat kita merindukan memori itu?
Tentang kenaifan hidup yang diselimuti kasih sayang,
Adakah kita akan mengingatnya?
Tentang ikatan kebersamaan kita?
Tentang kasih sayang yang takkan putus...
iaitu..
Ikatan persuadaraan kita yang dikurniakan Maha Agung.
Isnin, 12 Oktober 2020
Nukilan Kata @PemusiAkwa
Nukilan Kata dari @PemuisiAkwa.
https://www.instagram.com/p/CCj0f2tnWKa/
https://www.instagram.com/p/CBQUti3/
https://www.instagram.com/p/B-oRiY9Hca2/HRg-/
https://www.instagram.com/p/B-6NZKAn-o8/
https://www.instagram.com/p/B-6NF6WHKSQ/
https://www.instagram.com/aksaracslegacy/
https://youtube.com/channel/UCvJwM3BU_ns0ejAQvT8iEsA
Jumaat, 2 Oktober 2020
PUISI:SABDA CINTA MANUSIA
Sabtu, 26 September 2020
PUISI:SANG NAIF(قصة رجل غبي)
![]() |
| Ya-RABBI hilangkan rawan dihati gantikan dengan rasa cintaku pada-MU. |
Jumaat, 25 September 2020
PUISI:Khilaf Cinta
بِسْÙ…ِ اللَّÙ‡ِ الرَّØْÙ…َÙ†ِ الرَّØِيم
Khilaf Cinta
Kau laksana sinar merayap
hangatmu membuat diriku
bagai didakap alam semesta
kau bagai aksara pada
setiap puisi yang aku nukil
kau pencuri hatiku
Berjuta kasih di dunia ini
kau cahaya terindah ku temui
kau airmata terpedih yang pernah kurasa
setelah kisah terhembus bayu takdir illahi...
Setiap hari ku lalui
dengan sepi rasa berdosa
mengenang diri hampir tandus
di persimpangan kedaifan nafsu
tiada cahaya kulihat
melainkan titik noda kita cipta
dikala dibuai asmara cinta dunia..
teresak sesah hingga tiada udara bisa kuraih...
Kukerah seluruh kudratku
tersenyum seperti wanita teguh
yang tak naif jatuh cinta pada dunia
aku bak bayang-bayang hampir punah
ditelan kegelapan
kisah ini kelemahanku
Wahai yang ESA
maafkan aku yang tak terdaya ini
Ampuni dosaku...
aku kehilangan cinta-MU YA-RABBI
aku khilaf
bantu aku YA-RABBI..
mencari cinta dan redha-MU YA-RABBI di
"Penjara Suci"
@PemuisiAkwa
9.54 pm,Ahad
TAman Sri Anak,Kinarut
19 Januari 2020
#changethementality
#aksaracslegacy
#galerycslegacy
Ahad, 7 Jun 2020
PUISI:RASA SEORANG INSAN
*JANGAN BERMAIN DENGAN RASA DENDAM SESEORANG,KERANA KEINGINAN UNTUK MEMBUNUH ITU SEMAKIN KUAT DI MINDANYA.HATI-HATI.
Rabu, 3 Jun 2020
PUISI:CORONA LAGI?!
بِسْÙ…ِ اللَّÙ‡ِ الرَّØْÙ…َÙ†ِ الرَّØِيم
*Puisi ini telah upload di Facebook https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1237697949757555&set=a.287056734821686&type=3&theater tetapi hanya rangkap ke-3.Ini adalah puisi penuh yang telah di edit oleh @PemuisiAkwa di Blog https://aksaracslegacy.blogspot.com/ ..*
Selasa, 2 Jun 2020
PUISI:INSPIRASI MUSLIMAH MADRASAH RTMS
بِسْÙ…ِ اللَّÙ‡ِ الرَّØْÙ…َÙ†ِ الرَّØِيم
Khamis, 28 Mei 2020
PUISI:AKU DAN MEREKA
بسم الله الرØÙ…Ù† الرØÙŠÙ…
Rabu, 13 Mei 2020
PUISI:PESONA CIPTAAN ILLAHI
![]() |
| Credit by:FB PAGE-Rumah Transit Mualaf Sabah |
![]() |
| Credit by:FB PAGE-Persatuan Pendakwah Islam Sabah |
-
FATIMAH AZ -ZAHRA bersama pelajar muslimat Madrasah Rumah Transit Mualaf Sabah. Hijrah muslimah Part 2 بسم الله الرØÙ…Ù† الرØÙŠÙ… ...
-
Diari:Kisah Anak Penjara Suci 3.0 Riang dengan kelembutan,tawa yang kemanjaan.Namun penuh dengan rahsia. Dialah wanita misteri yang pernah...
-
Nikmat dan anugerah terbesar ialah saat 2 kalimah syahadah terungkap di bibir ini. -GENEVIE DONATA ESTRADA@FATIMAH AZ-ZAHRA ABDULLAH ...
Apa itu BULI?
https://www.wacana-edukasi.com/indonesia-darurat-bullying-islam-solusi-tuntas/ Buli adalah masalah sosial yang masih menjadi isu besar dal...


















