Memaparkan catatan dengan label AKSARA PUISI;. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label AKSARA PUISI;. Papar semua catatan

Jumaat, 28 Julai 2023

PUISI: Celaka I


 
Celaka!
Pada mereka yang barua
yang bermuka-muka
hati yang binasa
akan kegalauan jiwa
yang penuh hasad  


Celaka
Pada mereka yang keparat
bisikan yang puaka
menusuk jiwa-jiwa yang tak berdaya
sangkanya pasti kehancuran
tapi lawannya juga syaitan
maka jahanamlah sebuah ummah
persetankan mereka!

1;38am
Mini Dewan MRTMS
Cs🌹
@aksaracslegacy


Selasa, 28 Mac 2023

Nota Di Hati

 

Jarak yang membentang rindu

lagi-lagi tentang rindu

Sejatinya jarak ini

mencipta rindu antara kita

Bagaimana harus kita bertemu?

Rindu...

adalah sebuah perantara

agar insan lemah seperti kita

berdoa pada maha kuasa

ia adalah asbak

pertemuan setelah perpisahan menghukum kita...

Dan rindu

Menyedarkan kita untuk kembali

pada hakikatNYA..

Hakikat yang kita adalah hamba ALLAH.


* * *


Tatkala rasa digelumangi kehibaan

Kesepian semakin menggunung di dalam jiwa

Aku seperti terpuruk di kota hiruk-piruk ini

Menelan sebuah rasa yang sukar dimengertikan...

Kekadang aku meraung tanpa suara

Menepuk dada menahan keperihan yang tak tertanggung

Airmata berlinangan tanpa dikesat...

Esakanku mulai bergema di sudut  kemalapan bilik

Takdir yang indah,takdir yang menduga jiwa wanitaku,

Kesepian ini takkan pudar...

Kakiku mulai berkematu berdiri tanpa arah langkah

Terhenyak di tengah pelabuhan dilema

Istikharah Allah tak pernah disujud

Apalah nasib diri yang menelan kehinaan tak berpenghujung

Terlupa kembalinya kemana...

Hanya melayan tangis menyakitkan

Kekadang memohon simpati untuk difahami..

Tinggal kebuntuan menyelimuti raga yang kosong...

Helaan nafas yang semakin berat.

Seberat kehidupan ini..

Tolong temani ragaku....

 

* * * * *


Kerinduan yang mengundang debar

Detak jantung kian bergetar

dalam sedar tak sedar

khabar demi khabar menghampiriku

Terujaku dalam hiba

detak bimbang menghimpit hati..


Andai tak ada pertemuan

untuk kita...

Jiwaku akan mati diulit kekesalan

sepanjang hayat..


Hari ini adalah rahmat bagi hamba

Tuhan yang Esa masih mengasihi kita

Sekeping potret mengubat kerinduan

tapi...

Juga menambah sesak di hati menahan tangis

Aku duduk di kegelapan malam

mengenang takdir yang tak seindah difikir

Suara ketikan telefon bergema

memberi khabar pada hamba Allah

yang mengasihi diri ini...

Tangisku pecah tanpa suara di keheningan malam

ditemani senandung sang pungguk

Melepaskan sesak yang terpendam

Aku terlelap dalam sedu-sedan yang hiba...

sang cengkerik setia mendendangkan syair di malam panjang...


* * * * * *


Langkah yang berat menjejak ke kota

Sambil mengenang separuh memori yang sukar terpadam

Langkahku semakin berat melihat wanita malam

Hidup di lorong-lorong sunyi

di tengah-tengah kota penuh pancaroba

Hidup yang tak tentu arah

Para lelaki hanya hinggapi tubuhmu

menghisap segala madu

Diberi pemuas nafsu

wanita malam...

Permata mahal dari kedesaan

Terjebak dalam keterpurukkan hidup kota

menjadi wanita malam mungkin bukan mimpimu

mandian kemewahan membuatmu alpa pada realiti dunia...

Kau tetap dengan lukisan opera diwajah

hentakkan tumit tinggi memecah keheningan malam

Banyak pandangan hina melihatmu

wanita malam tak pernah kisah

tetap bersama lelaki hidung belang

di gerai kelipan bintang

aroma minuman menggilakan buat sesiapa meminumnya

nyanyian yang gegak gempita

Nur mentari saja seakan tak pernah kau rasai

Kau terus hanyut dalam imaginasi katanya kebahagian

dirimu sudah tak dikenal

satu persatu lelaki datang dan pergi darimu

kau terus dengan gelar wanita malam

sampai bila harus bertahan?


-Bakso Primadona

-16jan22/17jan22







Puisi:Nukilan Rasa Insan



Cuma seketika
terpejam mata
yang ternoda di alam kesialan

Tatkala terjerumus
hilang segala mahkota permata
hanya tinggal titik keji ditangisi,diratapi

Si Kumbang nakal gagah tunjuk kasanova
membiarkan Si Bunga layu patah lara di sudut kenaifan

Si Bunga puas ratapi diri dengan esahan tangisan
menuding jari kata dialah bersalah

Apa yang nak ditangisi
'Nasi sudah menjadi bubur'
Cinta manusia takkan abadi

Sabtu, 29 Januari 2022

Puisi: HIMPUNAN KRONOLOGI HATI

 

   Kemarahan,Kebencian, dan
                DENDAM TIADA KESUDAHAN...



 Aku pernah diajar ,

memahami erti kebencian dalam

darah dendam

yang mengalir dari sesejuk hening pagi

mengalir hangat ke jiwa menuju seluruh tubuh...


  Lantas ku fahami

derita yang mendatang

yang berkeliaran mengejar

kehidupan diri


Aku mengerti keperihan

yang tenang disangka tenang

tiada kesabaran,tiada ketenangan

 kadangkala aku terlalu asyik

 merenung sengketa

 yang tiada kesudahan


Kemarahan tidak dapat dibendung

amukan di sudut penjuru kehidupan

hinggakan aku terhantuk di suatu

pusaran angin kehidupan

terbelenggu antara hempasan dendam


Dalam lingkaran waktu yang berdetik

sehingga mampu mengubah segalanya..


   Aku akan tetap memahami

   rasa hati,jiwa menunggu waktu

   harapan tetap diabadikan

   tuhan juga menentukan

   adalah diriku

   dianggap bernyawa ikan

   yang tercungap-cungap

   di tebing waktu..


 Dan terus menelan hinaan..

yang tiada pengakhiran..

 Namun 'rasa' tetap diteruskan

 walau diri sudah tidak bernyawa

 Itulah adalah sumpahku.


-REMAKE-

@pemuisiAkwa

29Januari2022

Bakso Primadona





* * * * * * * * * * * * * *


 Ku bangkit dari kegelapan

mekar seperti mawar

ku lahir dari kesucian

meninggalkan masa lalu


Hidup dan kehidupan

adalah perjalananku

ku berjalan mengikut alur tanpa menoleh


Tak ada satupun makhluk bumi

berhak atas kesempurnaan

diri...

Hanya satu kesempurnaan dari segala makhluk...

Hanya DIA yang ESA...

Pencipta segala makhluk.



-REMAKE-

29Januari2022

Bakso Primadona

 


* * * * * * * *  * * *  * 



 Aku naik di atas kegelitaan,

menyingkap tabir kehidupan,

setiaplangkah demi langkah,

membentang jauh,

ke arus itu,


Aku yang melalui

kegelapan itu

Suram memudar perlahan

Setiap langkah mencapai

lebih dalam

menguap bersama waktu


 Aku berkeliaran di tengah-tengah

cahaya suram...

mengitari misteri,menyisir kabut

setiap langkah kugagahi

kedalam kesuraman itu

aku tidak sendiri

Nur pagi bersinar

menemani diri..

untuk memastikan setiap langkahku menuju ke masa depan...



* * * * * * * *  *  *  * * *



Antara mereka dan aku

tersimpan satu rasa yang kita pendam

di lubuk rindu yang kian jauh

mungkin rembulan akan bersinar lagi

membias cahaya kasih di danau rindu

dan biarkan aku terus menumpang keindahan sinar itu

dikala kelam memanah gelita


 Disebalik sekeping hati yang sepi ini

aku terus menganyam mimpi untuk

memintal secebis bahagia yang kian jauh

mungkin aku tidak mengerti

segala terpendam dan biarkanlah

aku terus memintal kasih itu

Walau sinarnya...

              masih belum pasti.


-REMAKE-

@pemuisiAkwa

29Januari2022

Bakso Primadona

Selasa, 27 Oktober 2020

HIMPUNAN PUISI TANPA TAJUK @PemuisiAkwa

بِسْÙ…ِ اللَّÙ‡ِ الرَّØ­ْÙ…َÙ†ِ الرَّØ­ِيم

                                                       



                                                                                  

@PemuisiAkwa



 
                    

1.

Hari ini terukir noda di karang hati,

Dihirup udara disaat langit menangis rahmat,

Empangan mata turut pecah membentuk bentungan rasa,


Sumpah seranah mengikut rentak melodi,

Lemas terhanyut di lautan,

Sebelum sempat merenangi,

Hanya tinggal rasa perih,

Beranjak di tepian pantai,


Resah nafasku seolah tak terhembus,

Khayalan pula menelan semua rasa,

Gagah berdiri,namun ada saja kaki dahaga cuba memijak,


Sekawanan insan penindas jiwa,

Lalu-lalang dengan sebakul

cemuhan tohmahan,

Melintas dengan seindah lidah bersuara,

Seakan tak kenal tuhan,


Nadi saja denyutnya tak keruan,

Ingin dihampar segala yang ada,

Malam pula menemani nyenyak amarah tangis,

Pagi masih tak disapa rasa syukur,

Denyutan waktu mengira

Rasa SABAR sebesar kuman.


2.

Dingin mengkuang kotak,

alas tubuh beradu

Rumah di sudut tepian jalan

Beratap bumbung pekat malap awan

Berteleku di hamparan takdir

Berkhayal sebuah harapan untuk hari esok...


Mengais rezeki dengan jemari,

Melangkah 'kaki ayam' dengan kaki kematu,

Mengais longgokan sampah,

Kadang ku berdendang di tengah jalan,

Memohon ehsan manusia mulia,


Keriuhan dunia,

Memandang mata kami,

Cemberut di wajah mereka kelihatan,

tak bisa disorok,

Senyuman simpul di wajah kami terhias,

Aroma khas tubuh kami yang masam,

Kadang Sang Lalat bersahabat,

Jauh dari kata bersih,


Kamilah GELANDANGAN...

Berhempas-pulas di sebuah kisah kehidupan,

Demi satu kehidupan,

Takdir Maha Esa.


3.

Saat diriku bagai daun gugur,

Dicalar angin lalu,

Kisah yang dicipta kekal berdamping,

Menyiksa hati yang patah lara,

Kecewa pada kebodohan diri,

Segalanya telah ditakdirkan,

Akan diriku merintih meratap diri..

Ynag tinggal hanya kesal di hati,

Tak terlintas akan diriku punah sesingkat ini,

Derita hanya menanti

menghapus segalanya...


4.

Kenangan kita masih terulit,

Oleh memori yang terperangkap dilangit,

Semuanya akan abadi,

Hingga langit sudah tidak bercahaya lagi,

Akan suatu saat kita merindukan memori itu?

Tentang kenaifan hidup yang diselimuti kasih sayang,

Adakah kita akan mengingatnya?

Tentang ikatan kebersamaan kita?

Tentang kasih sayang yang takkan putus...

iaitu..

Ikatan persuadaraan kita yang dikurniakan Maha Agung.



 

Isnin, 12 Oktober 2020

Nukilan Kata @PemusiAkwa

 Nukilan Kata dari @PemuisiAkwa.



Hidup ini bukan hanya mencari yang terbaik,namun lebih kepada menerima kenyataan bahwa KAMU ADALAH KAMU.Jadi dirimu sendiri.@PemuisiAkwa


Jangan cabar jiwaku..Ku gelisah ia menjentik nuranimu...
Jangan ganti diriku,kurisau ia menyatu...
Jangan ambil jasadku,ku taku kekejaman ini bisa membunuhmu



Dalam keobsesan..Aku tumbang dan tandus di bumi khatulistuwa..Hanya meratap dalam coretan puisi.


Bukanlah kesabaran jika masih mempunyai batas,dan bukanlah keikhlasan jika masih merasakan sakit.@PemuisiAkwa

Dalam aku kesendirian,
Terbius dalam sepi,
Meratap kelam tanpa erti,
Lupakan lakaran puisi tentang kita,
Baitnya akan lenyap seiring masa,
Kata maaf takkan ada,
Disini diriku pergi,
Tinggalkan kisah menjerat rasa kita,
Aku akan pergi...
Seperti diminta oleh takdir,
Dan..
Aku meratap diri,
Yang hampir sirna,
Ditelan noda yang kita cipta.
@cicie41
@PemuisiAkwa
@PenaKematuSepiMilikTuhan



Puisi:LUKISAN TAK BERWAJAH

Wajah melankolik dilitupi,
Sejuta amarah yang tak terhapus
Dengan satu bicara kosong
Dari Si insan penuh hasad...
Tak sedar lukisan tak berwajah ini
Semakin penuh bara api 
Yang mengalir di nadi
Wajah Si Insan tak berwajah.
@PemuisiAkwa



Tua itu tentang usia,dewasa itu karakter.Semua orang pasti tua,tetapi tidak semua orang memiliki karakter yang dewasa.@PemuisiAkwa



Senandungkan syair berdawai asmara...
Irama kudendang sepenih jiwa...
Dimana saja izinkan ku mengingatnya..
Memeluk hatiku dengan mesra..
Peniuh kasih dan sayang senantiasa
Kau puisiku...
@Cicie41
@PemuisiAKwa
@PenaKematuSepiMilikTuhan



Pada dasarnya,pandangan menilik hati kerana arah mata atau cara memandang menggambarkan isi hati...@PemuisiAkwa

The power of imagination makes us infinite.@Cicie41





https://www.instagram.com/p/CCj0f2tnWKa/

https://www.instagram.com/p/CBQUti3/

https://www.instagram.com/p/B-oRiY9Hca2/HRg-/

https://www.instagram.com/p/B-6NZKAn-o8/

https://www.instagram.com/p/B-6NF6WHKSQ/

https://www.instagram.com/aksaracslegacy/


https://youtube.com/channel/UCvJwM3BU_ns0ejAQvT8iEsA


Jumaat, 2 Oktober 2020

PUISI:SABDA CINTA MANUSIA

بِسْÙ…ِ اللَّÙ‡ِ الرَّØ­ْÙ…َÙ†ِ الرَّØ­ِيم 




Tatkala cinta menghias rasa
terlukis di jiwa ada syurga

Tatkala cinta pergi
seakan menjelma neraka

Cinta yang datang tak pernah dihadang
bila cinta hilang
merana jiwa mengenang
Cinta hakiki tak pernah dikesahkan
Katanya;
Cintanya sejati tak terganti

Berderai hati meratap diri
airmata banjir sepurnama
semuanya tak bernilai lagi

Penawar ada sahaja
Jumpa kasih baru bernilailah dunia
Cinta hakiki tak pernah terpandang
Mana akalnya?
Sudah dimakan Nafsu.

@PemuisiAkwa
#aksaracslegacy
#galerycslegacy
#changethementality

AKSARA CS LEGACY PLATFORM

Facebook;
   Aksara Cs Legacy
   Galery Cs legacy
   Sunarti Masjiddil
 
Instagram;
   @aksaracslegacy
   @cicie41

Twitter;
   @aksaracslegacy

Youtube Channel;
   Aksara Cs Legacy

TikTok;
   @aksaracslegacy


~@PemuisiAkwa
~@PenaKematuSepiMilikTuhan
~@Izuena
~@MawarHitam (Blackrose)

Sabtu, 26 September 2020

PUISI:SANG NAIF(قصة رجل غبي)

بِسْÙ…ِ اللَّÙ‡ِ الرَّØ­ْÙ…َÙ†ِ الرَّØ­ِيم



Ya-RABBI hilangkan rawan dihati gantikan dengan rasa cintaku pada-MU.



Kuntum melati bersemi di hujung jari
walau rasaku seperti teka-teki
teka-teki yang hinggapi padang lalang
layaknya pertanyaan dihati
dalam Nuansa Jingga
biduk di langit masih kering tertawa
melihat diriku yang tetap riang dengan khayalmu
menari kata dalam balutan kata-kata
membingkai kata dalam bait
ku berkasih dengan kata
dalam merangka satu kenangan indah
dakapan kalimah manjamu
membuai jiwa lelakiku
indahnya rasa ini...

Mentari tersenyum memandang kita
melihat rasaku nyata tak berpura-pura
melihat hatiku yang berbunga-bunga
pepohon saja menari bersama tiupan sang bayu
tak sedikit iri dengan rasaku ini
terpesonalah dengan akan kisah kita
yang indah namun begitu rumit
ku temukan ada detak lemah setiamu
duri itu sudah mula ku rasakan
kerikil pun telah menusuk arah pijakkanku
dan hatiku kini ragu-ragu
akan dirimu...
kegundahan hatiku mulai menghiasi
matahari seakan berganti malam
langit cerah jadinya malap
perihnya melihat hari-hariku
langit yang malap nan sunyi
merasuki celah hati
sakitnya nan kecewa...
melihat realiti kepahitan itu...

Harapan setinggi langit
terukir indah di sanubari
Namun...
keindahan itu tak wujud lagi
ku berjalan tapaki erti cinta duniawi..
aku...
Jatuh,merangkak,takut,sedih,kecewa
terasa diri diperhamba dengan kebodohan
hanya padanya kuberserah
hanya padamu ya-RABBI
syukur tak ternilai
akan kasih Allah
memberi ibu,ayah peneman
disamping...
memberi sahabat setia disisi..
Biarku hilang cintanya
Jangan ku hilang akan redha dan kasihmu ya-Allah.

~قصة رجل غبي~

DIABADIKAN BUAT INSAN A.H.A

Puisi ini untuk kawan @pemuisiAkwa di PENJARA SUCI.Seorang yang naif sehingga dipanggil BODOH.Betulkah dia bodoh? Wallahualam...


#pemuisiAkwa
#aksaracslegacy
#galerycslegacy
#changethementality


Jumaat, 25 September 2020

PUISI:Khilaf Cinta

بِسْÙ…ِ اللَّÙ‡ِ الرَّØ­ْÙ…َÙ†ِ الرَّØ­ِيم     



                            Khilaf Cinta


Kau laksana sinar merayap

hangatmu membuat diriku 

bagai didakap alam semesta

kau bagai aksara pada

setiap puisi yang aku nukil

kau pencuri hatiku


Berjuta kasih di dunia ini

kau  cahaya terindah ku temui

kau airmata terpedih yang pernah kurasa

setelah kisah terhembus bayu takdir illahi...


Setiap hari ku lalui

dengan sepi rasa  berdosa

mengenang diri hampir tandus

di persimpangan kedaifan nafsu

tiada cahaya  kulihat

melainkan titik noda kita cipta 

dikala dibuai asmara cinta dunia..

teresak sesah hingga tiada udara bisa kuraih...


Kukerah seluruh kudratku

tersenyum seperti wanita teguh

yang tak naif jatuh cinta pada dunia

aku bak bayang-bayang hampir punah

ditelan kegelapan

kisah ini kelemahanku


Wahai yang ESA

maafkan aku yang tak terdaya ini

Ampuni dosaku...

aku kehilangan cinta-MU YA-RABBI

aku khilaf

bantu aku YA-RABBI..

mencari cinta dan redha-MU YA-RABBI di

"Penjara Suci"


@PemuisiAkwa

9.54 pm,Ahad

TAman Sri Anak,Kinarut

19 Januari 2020

#changethementality

#aksaracslegacy

#galerycslegacy



Ahad, 7 Jun 2020

PUISI:RASA SEORANG INSAN

  
mask via https://bedsheetsandcanyons.files.wordpress.com

Aku pernah diajar
memahami erti kebencian dalam darah dendam...
yang mengalir dari jiwa
ke seluruh tubuh...
derita yang mendatang
berkeliaran mengejar kehidupan naifku..

Aku mengerti keperihan
yang disangka tenang,
Tiada kesabaran,tiada ketenangan
kadangkala aku terlalu asyik merenung sengketa
Amarah tak dapat dibendung
amukan di sudut penjuru kehidupan
terhantuk pula di suatu pusaran angin kehidupan
terbelenggu antara hempasan dendam 
dalam lingkaran waktu yang berdetik
sehingga mampu mengubah segalanya..

Aku akan tetap memahami
Rasa hati,jiwa menunggu waktu
harapan tetap diabadikan
'Tuhan' juga menentukan
Adalah diriku
dianggap bernyawa ikan
yang tercungap-cungap
di tebing waktu...
Dan terus menelan hinaan
yang tiada pengakhiran...
Namun,
Dendam telah diteruskan
sehingga kudratku punah
di peradaban hakiki illahi.

@PemuisiAkwa
AKSARA CS LEGACY
2014
SMK Pekan II Kota Belud,Sabah.

*JANGAN BERMAIN DENGAN RASA DENDAM SESEORANG,KERANA KEINGINAN UNTUK MEMBUNUH  ITU SEMAKIN KUAT DI MINDANYA.HATI-HATI.

@CS

Rabu, 3 Jun 2020

PUISI:CORONA LAGI?!

 Ø¨ِسْÙ…ِ اللَّÙ‡ِ الرَّØ­ْÙ…َÙ†ِ الرَّØ­ِيم



 

Ku pandang kosong kaca televisyen
Ku lihat sepi skrin telefon bimbit
Hatiku berkata 'Dia Lagi'

Ku melangkah keluar melihat sekeliling...
Semua wajah tertutup kemas
Kunaiki pacuan empat roda
Suara si 'Dj' kedengaran di corong radio..
Nafasku ku hembus perlahan
'DIA LAGI!'

Dia itu makhluk Allah,
Keluarganya 'coronaviridae',
Manusia kata dia mirip mahkota,
Kerana itu namanya corona,
Dia mampu menyerang haiwan,
Malah mampu menjahanamkan riwayat manusia,
Kenapa perlu dipandang bahayanya dia?
Sedangkan dia juga makhluk,
Kenapa tidak lihat besarnya kuasa Tuhan,
Kerna Allah yang menciptakannya,
Untuk menundukkan makhluk yang riak lagi takbur...
Kita melihat bahayanya 'covid-19'
Manusia sombong yang kata dia berkuasa juga gentar,
Apatah lagi manusia biasa,
Tapi tak sedar...
Tak melihat kuasa Allah SWT yang sudah ada sejak azali dan akan abadi,
Siapa manusia itu??
Siapa lagi kalau bukan KITA.




@PemuisiAkwa
AKSARA CS LEGACY
3.48 pm
TAMAN SERI ANAK KINARUT,PAPAR,SABAH
18 March 2020




*Puisi ini telah upload di Facebook https://www.facebook.com/photo.php?fbid=1237697949757555&set=a.287056734821686&type=3&theater tetapi hanya rangkap ke-3.Ini adalah puisi penuh yang telah di edit oleh @PemuisiAkwa di Blog https://aksaracslegacy.blogspot.com/ ..*

Selasa, 2 Jun 2020

PUISI:INSPIRASI MUSLIMAH MADRASAH RTMS

بِسْÙ…ِ اللَّÙ‡ِ الرَّØ­ْÙ…َÙ†ِ الرَّØ­ِيم



Matanya...
Bak kerlipan bintang gemerlapan
Lentik matanya indah tanda keaslian rupawan
Bagaikan sinar emas mentari pagi

Senyumnya...
Seperti mawar harum ketika mekar
Kelembutan tutur katanya membuai sukma
Dihiasi wajah polos berseri bak rembulan
Cantik dilitupi niqab
Bagaikan bukti ketaatannya




Rambutnya...
Mahal dibaluti hijab labuh
Tangan yang mulus dilitupi kemas
Sesuai dengan peradaban syarak
Berjalan yang tertunduk
Seperti wanita bermartabat

Kitab Al-Quran
Digenggam erat
Tanda keazaman tinggi mencari redha-NYA
Rela meninggalkan keinginan duniawi
Dan teguh dengan kalimah
'Lailahhaillah Muhammadarrasulullah'



Ketegasan dalam lembutnya
Bukti baik peribadinya
Wanita yang elok akhlaknya

Setiap tingkah lembut membuatnya ramai teman
Akhlak dan ilmunya membuatnya tenteram
Hijab dan niqab membuatnya rasa terjaga
Agama Allah membuatnya  dicintai
'Dialah wanita solehah'

Mata-mata melihatnya berkata
Indahnya Islam.

@PemuisiAkwa
AKSARA CS LEGACY
9:30 pm
TAMAN SERI ANAK KINARUT,PAPAR,SABAH
4 JANUARI 2020



Puisi ini terinspirasi dari pelajar MADRASAH RUMAH TRANSIT MUALAF SABAH.@cs


Khamis, 28 Mei 2020

PUISI:AKU DAN MEREKA



بسم الله الرحمن الرحيم



Antara mereka dan aku
tersimpan satu rasa yang kita pendam
di lubuk rindu yang kian jauh
mungkin rembulan akan bersinar lagi
membias cahaya kasih
di danau rindu...
Dan biarkan aku
terus menumpang
keindahan sinar itu
Dikala kelam memanah gelita

Disebalik sekeping hati
Yang sepi ini
aku terus menganyam mimpi 
untuk meminta secebis bahagia 
yang kian jauh
mungkin mereka tidak mengerti
segala terpendam dan
biarkanlah aku 
terus memintal kasih itu
walau sinarnya masih belum pasti


@PemuisiAkwa
AKSARACSLEGACY

Rabu, 13 Mei 2020

PUISI:PESONA CIPTAAN ILLAHI





Credit by:FB PAGE-Rumah Transit Mualaf Sabah



 Ø¨ِسْÙ…ِ اللهِ الرَّØ­ْÙ…ٰÙ†ِ الرَّØ­ِÙŠْÙ…ِ


Ku duduk di bebatuan
Menghayati sebuah keindahan
Ciptaan illahi,

Wahai sang suria
Indah tersenyum
Membias rasa penuh Nur,

Wahai silir
Sepoi-sepoi bahasa
Mengirama setiap gerak tari pepohon,

Wahai sungai
Deruanmu menenangkan
Sesekali kedengaran nyanyian makhluk ciptaannya,

Wahai zikrullah
Gemamu mengasyikkan suasana indah
Lantunan surah-surah menginsafkan
Kedengaran di corong pancaindera
Zuhur menjelma,Azan berkumandang

Dan...
Bumi pun menangis
Mencurah-curah jutaan rahmat
Membasahi setiap makhluknya.



Hasil Nukilan:
@PemuisiAkwa  

Credit by:FB PAGE-Persatuan Pendakwah Islam Sabah

Apa itu BULI?

  https://www.wacana-edukasi.com/indonesia-darurat-bullying-islam-solusi-tuntas/ Buli adalah masalah sosial yang masih menjadi isu besar dal...