Selasa, 28 Mac 2023

Nota Di Hati

 

Jarak yang membentang rindu

lagi-lagi tentang rindu

Sejatinya jarak ini

mencipta rindu antara kita

Bagaimana harus kita bertemu?

Rindu...

adalah sebuah perantara

agar insan lemah seperti kita

berdoa pada maha kuasa

ia adalah asbak

pertemuan setelah perpisahan menghukum kita...

Dan rindu

Menyedarkan kita untuk kembali

pada hakikatNYA..

Hakikat yang kita adalah hamba ALLAH.


* * *


Tatkala rasa digelumangi kehibaan

Kesepian semakin menggunung di dalam jiwa

Aku seperti terpuruk di kota hiruk-piruk ini

Menelan sebuah rasa yang sukar dimengertikan...

Kekadang aku meraung tanpa suara

Menepuk dada menahan keperihan yang tak tertanggung

Airmata berlinangan tanpa dikesat...

Esakanku mulai bergema di sudut  kemalapan bilik

Takdir yang indah,takdir yang menduga jiwa wanitaku,

Kesepian ini takkan pudar...

Kakiku mulai berkematu berdiri tanpa arah langkah

Terhenyak di tengah pelabuhan dilema

Istikharah Allah tak pernah disujud

Apalah nasib diri yang menelan kehinaan tak berpenghujung

Terlupa kembalinya kemana...

Hanya melayan tangis menyakitkan

Kekadang memohon simpati untuk difahami..

Tinggal kebuntuan menyelimuti raga yang kosong...

Helaan nafas yang semakin berat.

Seberat kehidupan ini..

Tolong temani ragaku....

 

* * * * *


Kerinduan yang mengundang debar

Detak jantung kian bergetar

dalam sedar tak sedar

khabar demi khabar menghampiriku

Terujaku dalam hiba

detak bimbang menghimpit hati..


Andai tak ada pertemuan

untuk kita...

Jiwaku akan mati diulit kekesalan

sepanjang hayat..


Hari ini adalah rahmat bagi hamba

Tuhan yang Esa masih mengasihi kita

Sekeping potret mengubat kerinduan

tapi...

Juga menambah sesak di hati menahan tangis

Aku duduk di kegelapan malam

mengenang takdir yang tak seindah difikir

Suara ketikan telefon bergema

memberi khabar pada hamba Allah

yang mengasihi diri ini...

Tangisku pecah tanpa suara di keheningan malam

ditemani senandung sang pungguk

Melepaskan sesak yang terpendam

Aku terlelap dalam sedu-sedan yang hiba...

sang cengkerik setia mendendangkan syair di malam panjang...


* * * * * *


Langkah yang berat menjejak ke kota

Sambil mengenang separuh memori yang sukar terpadam

Langkahku semakin berat melihat wanita malam

Hidup di lorong-lorong sunyi

di tengah-tengah kota penuh pancaroba

Hidup yang tak tentu arah

Para lelaki hanya hinggapi tubuhmu

menghisap segala madu

Diberi pemuas nafsu

wanita malam...

Permata mahal dari kedesaan

Terjebak dalam keterpurukkan hidup kota

menjadi wanita malam mungkin bukan mimpimu

mandian kemewahan membuatmu alpa pada realiti dunia...

Kau tetap dengan lukisan opera diwajah

hentakkan tumit tinggi memecah keheningan malam

Banyak pandangan hina melihatmu

wanita malam tak pernah kisah

tetap bersama lelaki hidung belang

di gerai kelipan bintang

aroma minuman menggilakan buat sesiapa meminumnya

nyanyian yang gegak gempita

Nur mentari saja seakan tak pernah kau rasai

Kau terus hanyut dalam imaginasi katanya kebahagian

dirimu sudah tak dikenal

satu persatu lelaki datang dan pergi darimu

kau terus dengan gelar wanita malam

sampai bila harus bertahan?


-Bakso Primadona

-16jan22/17jan22







Tiada ulasan:

Apa itu BULI?

  https://www.wacana-edukasi.com/indonesia-darurat-bullying-islam-solusi-tuntas/ Buli adalah masalah sosial yang masih menjadi isu besar dal...