بسم الله الرحمن الرحيم
Dalam lentera kehidupan
hati bergolak
mencari arah tujuan
diri seakan kaku
mencari diri yang sebenar
langkah longlai kian terasa
diri tersungkur
digagah bangun kembali
diri terjatuh
dikuatkan kudrat untuk bangkit
Setiap langkah,direnjis rona-rona kebuntuan
penuh onak yang memeritkan
penuh duri yang memedihkan
ku berjalan mengikut alur yang tersasar
tapi Allah masih disisi
menanti kepulangan sang hamba
Inikah kehidupan?
dikata hidup ini kejam
masih diberi nyawa
disalahkan cinta
sedangkan cinta dari-NYA
senantiasa menanti
bukan diri tidak bersyukur
tapi inilah khilafnya seorang hamba
Jiwa meronta,hati bertanya?
apa nawaitu diri?
kekayaan bukanlah gerbang kebahagiaan
diri yang terpesona seketika
agungnya kuasa tuhan
rasa syukur membuai syahdu dalam hati
sebagai pengubat segalanya..
Saat diri berkhayal
dikenang apa ertinya hidup
ibu ayah tak selalu disisi
kawan tidak sentiasa menanti
diri tersentak,tersedar seketika
lafaz janji ingin hijrah
namun sedikit ujian dari-NYA sudah mengeluh tak terima
tangis hiba menghantuiku
mengadu pada Allah
namun diri tidak disejadah
tangan ditadah berdoa
tapi masih dibelenggu kejahilan
Hidup ini satu perjalanan jauh
rasa syukur itu memberi nafas baru
keinsafan sebagai pelengkap
kudrat yang terperah layu di samudera
kian tumbuh dibalik puing-puing kehidupan
rentak langkah semakin bermelodi
mencari kebahagiaan sejati
bahagia yang sejati syurga firdausi milik tuhan.
#2018
@PemuisiAkwa
*Tulisan ini bukan sepenuhnya milik @PemuisiAkwa.Cerita ini diabadikan buat seorang hamba Allah.*