بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم
Kehidupan itu satu metafora pemikiran yang disangka mudah oleh manusia sepertiku.Aku adalah manusia yang selalu ingin tahu.Kadang aku berjaya kadang aku gagal.Itulah aku...Aku wanita biasa yang boleh gembira dan juga sedih.Duka dalam hidup ini terlalu pahit...Inginku lupakan terlalu perih,inginku pertahankan terlalu sakit.Bayangan itu selalu datang membuat jiwaku sakit,sakit sukar aku gambarkan.Setiap peristiwa itu masih jelas dalam ingatan.Aku bukan gila......Aku masih bisa senyum,tapi aku tidak mampu lupakan semua yang terjadi.Terlalu sakit menahan pekung didada.Aku menangis,menangis dan menangis lagi.Kuluahkan segala yang ada,jiwaku keliru...Adakah ini benar atau salah?.
Kesakitan pada hati ini seakan tak mampu terubat.Diri melihat kegagalan rumahtangga mereka,kami menjadi mangsa.Hati sakit melihat,diri juga sakit disakiti tanpa sebab.Kerana ego mereka terumbang-ambing diri dalam hubungan permainan manusia.Kisah tak habis begitu saja.Diri ditipu dengan pujukan yang dikata pujukan syurga,dan rindu itu menghukum seorang sang gagah dengan diserang sakit rindu pada anaknya.Layakkah aku menrima hukuman ini dengan umur yang terlalu mentah dalam dunia.
Aku yang dungu,aku yang lemah,aku kerdil,aku adalah anak kecil ketika itu.Menerima takdir yang hebat dari tuhan.Aku ditinggalkan...tempat apakah ini? Adakah ini salah satu neraka yang yang ada? Semua itu masih jelas dalam ingatan.Aku masih merasakan kesakitan itu.Diriku yang kerdil tak mengenal tuhan.Hanya mampu menangis di sudut mengenang nasib.Hidup dalam lingkungan penuh kemaksiatan.Tak ada yang lebih sakit dari mengenang semua ini.Sampai mati pun belum tentu hilang dalam ingatan.Pukulan itu masih terasa.Hinaan itu masih kedengaran,sumpahan dan makian itu masih jelas terdengar di kuping telingaku.Seluruh tubuhku masih merasa kesakitan itu.Aku bertanya pada takdir mana manusia yang menciptaku? Dimana orang yang sepatutnya melindungiku? Aku hanya ditemani saudaraku yang merasai kesakitan yang sama.Tangisan raungan kami kedengaran di merata desa.Tapi mereka tetap membiarkan kami merasai itu semua.
Aku melihat sinetron dari negara seberang.Aku meratap dalam kesedihan yang penuh dengan airmata.Hatiku terus bertanya,sampai bilakah aku merasai kesakitan ini? Aku dan saudaraku adalah anak kapal yang kehilangan Nakhoda dan kehilangan ratu.Aku sendirian...Tetap teguh menjalani kehidupan.Apa yang aku tahu diwaktu kecil,ingin merasa sebutir nasi perlu kerahkan keringat,ingin setitik air perlu menelan sumpahan dari manusia lagaknya dewa.Aku hanyalah pengemis di mahligai maksiat itu.Kadang aku memujuk perut yang menangis meminta diisi.Hari ini begitu sakit,esok pula sangat sakit,dan lusa aku perlu bertarung nyawa untuk menahan pukulan dan sumpahan lagi.Jiwaku direngut,hatiku sudah punah.Kasih sayang itu tidak ada lagi.Hanya penderitaan yang sangat sakit.Inikah patut aku terima dalam usia kecilku?
Aku tak mengambilnya...Aku tak mencuri tapi kenapa aku perlu dipaksa dan jari tanganku yang kecil dipukul besi karat yang keras.Aku duduk,baring disudut mengenang diri.
Kugenggan tangan yang merah kesan hentakan besi.Aku akan balas semuanya,tapi bila??.Mereka tahu bukan aku yang mengambilnya.Tapi kenapa aku yang perlu menanggungnya.Jiwa anak dalam dri bertanya,'dimana tuhan? kenapa DIA tak menolongku?'
Masihkah...Anak kecil seperti aku dapat merasai sebuah kebahagiaan yang sempurna.???
....bersambung...
@penakematusepimiliktuhan
-Tinta airmata sang kerdil-




Tiada ulasan:
Catat Ulasan